Memahami resiko diabetes dan cara mengatasinya – mengurangi angka kejadian diabetes

Setiap manusia pasti mempunyai resiko diabetes. Resiko itu ada yang tinggi dan ada pula yang rendah, bahkan sangat rendah. Beberapa kelompok orang mempunyai resiko tinggi dan tidak mengindahkannya. Pada akhirnya, mereka harus mengidap penyakit tersebut.

Orang-orang yang lebih beresiko harus cepat tanggap. Mereka harus memahami beberapa cara mengurangi resiko terkena diabetes. Menghilangkan kebiasaan dan gaya hidup yang buruk adalah cara terbaik untuk mengurangi resiko diabetes.

Seiring dengan kemajuan zaman, lingkungan hidup manusia juga semakin modern. Banyak sekali makanan-makanan yang dibuat tetapi mempunyai standar kesehatan yang rendah.

Makanan-makanan ini sering disebut junk food atau makanan sampah. Makanan yang mementingkan rasa kenyang tanpa memperhatikan nutrisi untuk kepentingan kesehatan.

Fokus pada faktor resiko diabetes bukan pada gejala

Gejala-gejala diabetes memang sering dibahas di berbagai forum dan artikel-artikel kesehatan. Beberapa gejala yang ditimbulkan tampak umum dan tidak bisa dijadikan patokan bahwa seseorang mengidap diabetes.

Beberapa kasus diabetes justru tidak menunjukan gejala. Penderita tidak sadar bahwa dirinya mengidap penyakit yang berbahaya. Penyakitnya itu diketahui setelah terjadi komplikasi yang cukup parah. Beberapa diantara mereka tidak tertolong dan meninggal.

Untuk lebih aktif dalam langkah pencegahan, sebaiknya seseorang memfokuskan diri pada faktor resiko. Ketika seseorang mempunyai resiko diabetes yang tinggi, maka ia harus segera memperbaiki pola hidupnya supaya tidak semakin rusak.

Perbaikan pola hidup bisa dengan mengkonsumsi makanan rendah lemak dan kalori. Makanan yang dikonsumsi sebagian besar adalah sayur dan buah. Jadwal makan dan porsi makan juga harus seimbang.

Beberapa resiko terjadinya penyakit diabetes

  • Obesitas atau kegemukan

Ini mungkin bisa ditempatkan di urutan atas sebagai faktor penyebab diabetes. Lebih dari 80% persen penderita diabetes tipe 2 bertubuh gemuk.

Tubuh yang gemuk mengandung banyak lemak dan terjadi penumpukan. Lemak yang menumpuk tersebut menyumbat reseptor dan menghalangi kinerja insulin. Sebelum terlambat, obesitas atau kegemukan harus diturunkan. Menurunkan beberapa kilogram saja dari berat badan tubuh dapat mengurangi resiko diabetes.

Pembatasan makanan dan mengganti makanan berlemak tinggi dengan sayur dan buah merupakan salah satu cara menurunkan berat badan. Olahraga juga mempunyai peranan yang sangat vital dalam menurunkan berat badan.

  • Faktor usia

Usia juga mempengaruhi pada angka kejadian diabetes. Kebanyakan, penderita diabetes tipe 2 adalah orang-orang dewasa dengan usia lebih dari 40 tahun. Sedangkan, pada diabetes tipe 1 didominasi oleh anak-anak dan remaja. Intinya, orang-orang yang menderita diabetes tipe 1 biasanya berusia kurang dari 30 tahun.

Usia di atas tidak dapat dijadikan patokan. Segala usia juga bisa mengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Faktor diabetes pada setiap orang tidak bisa dilepaskan, hanya saja ada yang besar dan ada yang kecil.

Semakin tua seseorang, biasanya memang semakin rentan untuk terkena berbagai penyakit berbahaya, termasuk diabetes. Sebaiknya, ketika memasuki usia rentan, seseorang harus lebih sigap melakukan perubahan gaya hidup sehat sebagai cara mengurangi resiko terkena diabetes.

  • Genetika atau faktor keturunan

Tidak dipungkiri bahwa beberapa penyakit memang dapat diturunkan dari orang tua. Jika seorang anggota keluarga atau orang tua mengidap diabetes, maka anak-anaknya mempunyai peluang 6 kali untuk terkena diabetes dari pada orang yang tidak punya orang tua penderita diabetes.

Ini memang bukan pilihan karena setiap orang tidak ingin dilahirkan dari orang tua yang punya penyakit. Namun, diabetes tetap bisa dicegah meskipun orang tersebut mempunyai orang tua yang mengidap diabetes. Resiko diabetes bisa diturunkan dengan cara menjalankan pola hidup sehat.

  • Ras dan etnis

Tempat seseorang tinggal atau keturunan etnis sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan. Beberapa ras atau etnis tertentu lebih berisiko untuk terkena diabetes. Ras-ras tersebut di antaranya adalah ras Afrika, Asia, penduduk pulau Pasifik dan ras hispanik.

Sebagai orang Indonesia, kita beresiko untuk terkena diabetes. Ras-ras yang dituliskan di atas lebih beresiko terkena diabetes melitus tipe 2. Sedangkan beberapa ras negara lain seperti Norwegia, Finlandia, Irlandia, Denmark, Australis dan Skotlandia lebih beresiko mengidap diabetes tipe 1. Presentasi pengidap diabetes tipe 1 di Findlandia mencapai 40% dari populasi. Sedangkan di negara lainnya mencapai 20% dari populasi.

  • Kurang aktifitas fisik atau olahraga

Kurangnya olahraga bisa memicu berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang bisa disebabkan oleh kurangnya aktifitas fisik adalah diabetes. Ketika tubuh kekurangan gerak, maka racun seperti lemak jahat akan mengalami pengendapan. Pengendapan lemak bisa menutupi reseptor sehingga mengakibatkan insulin tidak bisa memasukan gula ke dalam sel-sel tubuh. Akhirnya, gula darah menjadi tinggi dan menjadi diabetes.

 

  • Menderita metabolic syndrome

Metabolic syndrome merupakan suatu keadaan dimana seseorang mempunyai tekanan darah lebih dari 160/90 mmHg, kadar kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dl, trigliserida dalam darah lebih dari 150 mg/dl dan mengalami obesitas. Ukuran obesitas wanita yakni lingkar pinggang lebih dari 88 cm dan pada pria lingkar pinggangnya lebih dari 120 cm.

  • Menderita infeksi

Infeksi virus yang merusak pankreas bisa terjadi. Ketika pankreas mengalami kerusakan, maka insulin tidak dapat diproduksi. Insulin yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mentransfer gula dari darah ke dalam sel tubuh tidak tersedia secara alami. Pada akhirnya, orang tersebut akan mengalami lonjakan darah sebagai bagian dari terjadinya diabetes. Karena penderita mengalami kerusakan pankreas, insulin tidak lagi diproduksi secara alami. Insulin harus digantikan dengan injeksi insulin dari luar tubuh.

  • Mengalami diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah diabetes yang hanya terjadi pada wanita yang hamil. Pada saat wanita melahirkan, kadar gula darah akan kembali normal. Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional beresiko tinggi untuk terkena diabetes melitus tipe 2 di kemudian hari. Lebih dari 50% wanita yang mengalami diabetes saat masa kehamilan, mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari. Gaya hidup dan pola makan yang sehat akan mengurangi resiko diabetes.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *