Apakah Benar Vitamin Tidak Bermanfaat Bagi Jantung?

“Saya harus minum vitamin apa supaya jantung saya sehat?” Pertanyaan seperti ini sering sekali diajukan pasien. Begitu besar keinginan kita memiliki jantung sehat sehingga apapun rela kita lakukan. Apalagi kalau itu hanya mengkonsumsi vitamin tertentu.

Industri vitamin dan suplemen memang luar biasa. Media massa dibanjiri iklan vitamin dan suplemen yang menjanjikan jantung sehat bila mengkonsumsinya. Di Amerika, pada tahun 2010 saja belanja vitamin menghabiskan 28 milyar US dolar. Nampaknya orang lebih ‘pede’ dengan kesehatan tubuh dan jantungnya bila minum vitamin setiap hari.

Apa benar mengkonsumsi vitamin atau suplemen membuat jantung lebih sehat, mencegah serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung? Berlawanan dengan apa yang dipercaya masyarakat pada umumnya, kebanyakan penelitian dengan vitamin tidak menunjukkan manfaat yang berarti bagi kesehatan jantung.

United States Preventive Services Task Force (USPSTF) dalam pernyataan terbaru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine 24 Februari 2014* membahas masalah ini. Berdasarkan bukti-bukti klinis yang ada sekarang, USPSTF tidak dapat memberikan rekomendasi mengenai manfaat atau resiko konsumsi multivitamin atau suplemen untuk mencegah penyakit-penyakit kardiovaskular. Tim yang diketuai dr Virginia A Moyer ini mengkaji 4 penelitian mengenai multivitamin dan 24 penelitian mengenai vitamin tunggal. “Kami tidak dapat menemukan cukup bukti untuk dapat menunjukkan adanya manfaat vitamin-vitamin ini bagi pencegahan penyakit-penyakit kardiovaskular dan kanker. Selain itu, kebanyakan penelitian-penelitian terhadap vitamin ini terlalu kecil jumlahnya untuk dapat diambil suatu kesimpulan,” begitu penjelasan dr Virginia A Moyer.

Sementara kebanyakan vitamin dan suplemen tidak jelas manfaatnya, beta karoten dan vitamin E sudah jelas ‘nasibnya’. Beta karoten dihubungkan dengan peningkatan kejadian kanker paru bila dikonsumsi oleh perokok. Untuk vitamin E sudah cukup banyak bukti untuk menunjukkan bahwa pemberian vitamin E sama sekali tidak bermanfaat bagi pencegahan penyakit jantung. USPSTF tegas menentang pemberian beta karoten dan vitamin E untuk pencegahan penyakit jantung.

Jadi, ketimbang menghabiskan banyak uang untuk membeli vitamin ini dan itu, lebih baik fokus dengan makanan sehat, dan olahraga. Diet sehat dengan memperbanyak buah dan sayuran, mengurangi lemak, dan olahraga teratur seperti berjalan setiap hari 30 menit telah terbukti menurunkan angka kejadian penyakit jantung dan dianjurkan oleh semua organisasi kesehatan jantung.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *